BUDAYA PEMERSATU SUKU




Belitang, OKU Timur. Bagi masyarakat OKU Timur tidaklah asing lagi mendengar Bahasa Komering dan Jawa. Bahasa Komering merupakan bahasa daerah khusus Provinsi Sumatera Selatan, sedangkan bahasa Jawa sudah menyebar keseluruh Indonesia termasuk di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, karena adanya asimilasi budaya dan juga karena sebagian besar kegemaran orang Jawa adalah berpindah tempat ke daerah yang baru atau biasa disebut dengan Merantau. Dan OKU Timur merupakan salah satu tempat yang banyak didatangi oleh Perantauan dari Jawa.

Seiring dengan perkembangan zaman maka banyak sekali budaya yang pudar, salah satunya adalah Bahasa Komering. Banyak sekali sekarang ini masyarakat OKU Timur yang lupa akan Bahasa Komering. Misalkan sekarang ini saja, sewaktu masih anaknya masih bayi kebanyakan Suku Komering mengajarkan anaknya menggunakan Bahasa Indonesia sehingga Bahasa Komering dari tahun ke tahun semakin sedikit yang menggunakannya. Tetapi tidak menutup kemungkinan walaupun dari bayi tidak diajarkan oleh orangtuanya, si anak bisa menggunakan Bahasa Komering karena lingkungan tempat tinggalnya. Sering kali sekarang ini banyak orang yang tahu artinya tetapi jika disuruh berbicara menggunakan Bahasa Komering tidak bisa. Itu disebabkan karena sewaktu masih bayi anak jarang diajari oleh orangtuanya Bahasa Komering sehingga anak tahu artinya tetapi susah untuk mengucapkannya.
Di OKU Timur sendiri banyak Suku Komering yang tidak bisa berbicara bahasa Komering tetapi jika disuruh berbicara Bahasa Jawa malah cenderung menguasai bahkan diantara mereka ada yang bisa menggunakan bahasa Jawa halus. Kemungkinan banyaknya persentase orang Jawa di Kabupaten OKU Timur ini mencapai 80% sehingga ini akan menyebabkan bahasa Komering akan pudar. Ledakan penduduk di OKU Timur ini sangat banyak terlebih lagi masih banyak suku Jawa yang susah untuk mengikuti progam KB (Keluarga Berencana) sehingga pertambahan penduduk  suku  Jawa semakin meningkat. Di SMAN 1 Belitang ini saja kebanyakan siswanya adalah suku Jawa, sehingga dalam pergaulan sehari – hari tidak asing lagi bagi suku Komering mendengar bahasa Jawa ini. Saya sempat bertanya kepada salah satu siswa SMAN 1 Belitang yang bersukukan Komering dan Ogan. Katanya : Bahasa Jawa mudah untuk dihafal dan diucapkan (Jawa kasar) tetapi kalau bahasa Komering dan Ogan “ Saro” untuk dihafal.
Demi menciptakan keselarasan antar suku,  maka Bupati OKU Timur H. Herman Deru membuat Kebijakan baru yang pertama di Indonesia, yakni melestarikan dan mempersatukan keragaman bahasa daerah. Tujuan antara lain adalah untuk mempererat dan mempersatukan antar kelompok (suku) serta menghindari perpecahan kelompok. Kebijakan tersebut disambut hangat oleh seluruh warga OKU Timur, karena mereka sepakat untuk tidak hanya mempelajari satu bahasa saja tetapi seluruh bahasa yang ada di Kabupaten OKU Timur maka, tepat tanggal 2 Mei 2010 diresmikan pemakaian bahasa Komering dan bahasa Jawa sebagai bahasa komunikasi di Kabupaten OKU Timur. Dengan adanya kebijakan tersebut diharapkan warga OKU Timur bisa mengenali budaya antar suku dan juga terciptanya keharmonisan antar suku.
Namun demikian, Bupati OKU Timur tidak hanya membuat kebijakan tersebut tetapi juga dalam kesempatan tersebut dibagikan buku panduan bahasa Jawa dan Komering karena mayoritas warga OKU Timur adalah suku Jawa dan Komering. H. Herman Deru juga mengatakan suku di OKU Timur bahkan di Sumatra Selatan sudah menyatu dengan suku lainnya yang ada di seluruh Sumatera Selatan. Hal ini terbukti dengan adanya pernikahan campuran. Padahal dulunya suku Jawa enggan untuk menikah dengan suku Komering tetapi sekarang karena adanya sikap saling menyatu hal tersebut sudah tidak di pikirkan lagi.
Penggunaan bahasa tersebut pun sudah  di jadwalkan tanggal 5 diharapkan seluruh warga OKU Timur menggunakan bahasa Komering, tanggal 15 bahasa Jawa dan tanggal 25 khusus bahasa ibu. “Jadi pada tanggal 5, seluruh warga berbahasa Komering sehingga dari suku lain (jawa, bali, sunda, dan lain-lain) pun mengenal bahasa Komering, sedangkan tanggal 15 seluruh warga menggunakan bahasa Jawa baik di sektor formal maupun non formal. Sementara pada tanggal 25 bisa menggunakan bahasa ibu masing-masing(maksudnya bahasa yang kita gunakan adalah bahasa ibu kita, jika ibu kita suku jawa maka menggunakan bahasa Jawa dan jika ibu kita suku Komering pun menggunakan bahasa Komering dan sebagainya).
Jadi,  banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mempersatukan bangsa ini, tidak hanya dengan cara kebijakan yang baru dibuat oleh pemerintah kabupaten OKU Timur tentang adanya penggunaan bahasa daerah , tetapi masih banyak hal lagi yang yang dapat dilakukan di negeri ini.
Selamat membaca!!
Jangan lupa beri komentar ya !!


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar