SAMAKAH UPACARA BENDERA HARI SENIN DI SEKOLAHMU?


Setiap hari Senin atau hari-hari tertentu misalkan hari Pahlawan, hari Pramuka, hari Kemerdekaan Republik sekolah kami mengadakan upacara bendera. Tujuan dilaksanakannya upacara bendera adalah melatih siswa untuk disiplin dalam kegiatan bersama juga untuk sebagai peringatan jerih payah pendahulu kita. Sekaligus sarana menginformasikan hal-hal yang ada di sekolah. Seperti pengumuman-pengumuman, pidato bilingual , pemberian prestasi kepada siswa yang berprestasi dan pemberian sanksi bagi siswa yang tidak lengkap atribut sekolahnya, sehingga penegakkan kedisiplinan akan lebih terjaga.

Namun, sangat disayangkan masih ada saja beberapa siswa dan juga  guru yang terlambat. Ditambah pula kelengkapan upacara seperti topi dan dasi yang sering tidak lengkap karena tertinggal di rumah. Nampaknya disiplin memang harus ditegakkan dengan serius dan penuh konsistensi. Siapa saja yang melanggar harus dikenakan sanksi.


Bukan hanya siswa, tetapi gurupun harus diberikan sanksi bila guru melanggar disiplin.
Tak ada cara efektif mendisiplinkan siswa selain memberikan keteladanan. Memberikan contoh bagaimana melaksanakan disiplin itu sendiri. Bila para guru paham bahwa dirinya adalah public figure untuk para siswanya, tentu para guru akan berusaha tepat waktu dan tidak terlambat datang ke sekolah. Apalagi bila ada upacara bendera. Tentu akan malu bila guru sampai datang terlambat. Ingatlah pepatah, guru kencing berdiri, murid kencing berlari jangan sampai pepatah tersebut berubah menjadi guru kencing berlari murid kencing bersepeda hahaha

Dalam upacara bendera sederet acara di gelar yang semuanya bermuara pada kedisiplinan dan jiwa nasionalisme. Mulai dari anak-anak dibariskan dengan sangat rapi, sampai pembubaran barisan setelah selesai upacara bendera. Para guru yang bertugas menanganinya memerlukan keterampilan khusus. Bila tidak tegas dan mampu bersuara keras, maka sulit bagi guru itu membariskan barisan siswa dengan cepat dan rapih. Seperti pasukan militer yang siap bertempur dan menunggu komandannya bicara memberikan pengarahan untuk melakukan penyerangan.

Upacara bendera juga mengajak kita untuk berjiwa nasionalis. Berdiri dan menghormat kepada bendera sang saka merah putih dengan diiringi lagu Indonesia Raya. Bila anda mampu berdisiplin, maka pada saat pengibaran bendera itu, hati anda akan bergetar sekaligus bangga karena sang merah putih berkibar dengan gagahnya. Di sanalah terlihat bahwa kita adalah bangsa yang telah merdeka dan berdaulat. Merdeka karena jasa para pahlawan kita yang gagah berani mengusir penjajah dari bumi Indonesia.

Upacara bendera juga mengajarkan pada kita untuk mengenang jasa para pahlawan, mendoakannya, dan menyanyikan lagu-lagu nasional yang membuat peserta didik tahu sejarah bangsa Indonesia dan menanamkan jiwa patriotisme di kalangan anak muda.
Upacara bendera selain mengajarkan siswa untuk dapat baris berbaris dengan sempurna, mereka pun dididik untuk mengingat kembali pembukaan UUD 1945, membacakan pancasila, dan mendengarkan amanat dari pembina upacara dalam posisi siap mendengar.

Namun demikian, hal tersebut tidak selalu berjalan lancar karena kurang mendukungnya
kondisi dari peserta Upacara itu sendiri. Misalnya, peserta yang masih bandel mengikuti upacara walaupun dia sudah merasa bahwa kondisi badan kurang fit. Apabila hal tersebut masih dibiarkan atau siswa ngotot ingin upacara maka siswa tersebut otomatis akan pingsan karena capek atau lemah fisiknya.

Nah, disini ada tips-tips agar upacara bisa berlangsung dengan kondisi badan yang Prima:

1.  Sarapan
Tentu masalah pokok dari pingsan pas upacara bendera hari Senin adalah karena kurang makan atau malah sama sekali belum makan. Kebiasaan anak zaman sekarang adalah pergi kesekolah tidak sarapan. Mungkin anak tersebut buru-buru atau bangunnya telat(begadang ya!). Pola pikir anak yang belum matang biasanya berpikiran sarapan pagi itu di kantin sekolah. Padahal kalo dipikir-pikir bel istirahat itu jam 10an pagi jadi selama perut belum diisi pelajaran ga bakal nyambung. Sebaiknya sebelum berangkat ke sekolah kita sarapan, tapi kalo ga ada nasi bisa diganti sama roti dan susu. Sehingga perut ini bisa diganjal hehehehe

2. Tolak ukur kekuatan kita
Yang dapat mengukur kekuatan sanggup atau tidaknya upacara hari Senin adalah kita sendiri. Sebelum upacara bendera kita harus yakin kita sanggup atau enggak. Kalo kepala kita udah nyut-nyutan berarti kita ga usah upacara dulu. Kalo kita paksakan akan berakibat pingsan. Tetapi kalo pas mau upacara keadaan kita Prima tetapi pas upacara dimulai badan kita kok tiba-tiba Lowbat sebaiknya kita mundur atau langsung menuju UKS, dari pada kita diangkat sama guru atau temen-temen mending kesadaran diri. Ga usah malu-malu buat ke ruang UKS.

3. Menghayati upacara
Kalo kita sudah berpegang teguh pada prinsip upacara yang namanya pingsan ga bakalan terjadi. Misalkan dengeri lagu-lagu dari PaSu( paduan suara) tentang lagu wajib atau Mars dari Sekolah kita itu sendiri. Dengeri pidato dari temen kita yang lucu pasti seru. Atau mengobrol sama temen sederet hehehe( kalo kepepet).

Akhirnya, upacara bendera telah mengajarkan kepada kita untuk selalu disiplin, tepat waktu, rapih dalam berpakaian, rapih dalam barisan, memiliki kemampuan mendengarkan, mengenang jasa para pahlawan, membaca pancasila untuk diamalkan dalam keseharian dan bernyanyi lagu-lagu nasional yang membangkitkan jiwa patriotisme, seperti satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa kita. Kitapun menyadari bahwa kita adalah bangsa yang besar yang tidak mudah terpecah belah oleh hasutan para penjajah gaya baru di era globalisasi ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar